Sabtu, 12 Januari 2019

Menteri Keuangan Terbaik dan kelayakan SMI

Menteri Keuangan Terbaik masih disandang oleh Sri Mulyani hingga saat ini. Bukan hanya pengakuan dari dalam negeri saja, namun dari dunia pun termasuk PBB mengakui keahlian Sri Mulyani dalam menerapkan kebijakan dan sistem fiskal di Indonesia. Menjadi kebanggaan untuk kita semua karena memiliki salah satu menteri terbaik yang diakui oleh seluruh dunia.

Menteri Keuangan Terbaik
Menteri Keuangan Terbaik
Dalam laman editorialnya, The Banker mengapresiasi capaian anggaran dan ekonomi yang positif di tengah bencana yang bertubi-tubi melanda Indonesia. “Pada 2018, Indonesia menghadapi tragedi tapi mampu menjaga ketahanannya dalam arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,” demikian dikutip dari tulisan yang dirilis pada Rabu (2/1).

The Banker menyinggung tentang gempa di Lombok yang direspons Sri Mulyani dengan strategi baru untuk mendanai penanganan bencana alam. Sebelumnya, negara bergantung pada dana kontingensi yang sebesar Rp 3 triliun per tahun. “Diluncurkan pada Oktober 2018, strateginya adalah mengasuransikan gedung pemerintah mulai 2019 untuk menjaganya dan membantu proses pemulihan yang cepat,” demikian tertulis.

Semoga selain Sri Mulyani, muncul menteri-menteri lain yang memiliki ketangkasan serupa. Membangun Indonesia harus dimulai dari sistem pemerintahan yang baik, termasuk menjadikan orang-orang terbaik sebagai menteri dibawah Presiden. SMI adalah contoh nyata anak bangsa yang memiliki segudang kemampuan untuk memperbaiki negeri ini.

Surat Suara Murni Cuma Hoaks Semata

Surat Suara yang dicoblos menjadi salah satu isu yang banyak dikabarkan di media beberapa hari terakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebenaran kabar tersebut, Indonesia memang saat ini masih dalam masa transisi untuk menjadi negara yang jauh lebih berkembang kedepannya. Ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan termasuk menjadikan pemilu lebih damai dan indah.

Surat Suara
Surat Suara
KPU melakukan pengecekan langsung ke Tanjung Priok bersama Bea dan Cukai serta Bawaslu setelah mendapatkan informasi adanya tujuh kontainer surat suara asal Tiongkok yang sudah tercoblos untuk pasangan calon nomor urut 01. KPU memastikan informasi yang berkembang di media sosial tersebut adalah berita bohong (hoaks).

Untuk itu, KPU meminta aparat Kepolisian bergerak cepat mengusut penyebar berita berantai tersebut. "Orang-orang jahat yang ganggu penyelenggaraan Pemilu harus ditangkap," kata Arief.

Kabar ini sekaligus menjadi salah satu dari beberapa isu yang mungkin bisa terjadi kedepan selama proses pemilu berlangsung. pemilihan presiden memang selalu sarat dengan kompetisi dan kampanye yang sangat besar dan dilakukan dengan kompak oleh sejumlah pihak. Namun, semoga semua ini senantiasa berjalan normal dan baik.

Kontainer Surat Suara Hanya Hoaks

Isu Kontainer Kotak Suara yang berisi suara yang sudah dicoblos pada akhir-akhir ini viral di sosial media. Namun kebenaran tersebut masih dipertanyakan, ada beragam versi menanggapi isu ini karena akan sangat berbahaya jika memang hal tersebut memang nyata terjadi. Surat suara sejatinya hanya ada pada saat pilpres atau pemilu saja, namun ini jauh hari sebelum itu terdapat kabar yang tak masuk akal.

Kontainer Kotak Suara
Kontainer Kotak Suara
Menurut Hasyim, pencetakan surat suara sampai saat ini masih dalam proses lelang. Proses tersebut berada dalam masa sanggah, meski sudah ada pemenang lelang. Artinya, KPU masih membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang keberatan terkait pemenang lelang pencetakan surat suara.

Komisioner KPU Pramono Ubaid menambahkan, kontrak payung antara LKPP dan pemenang lelang baru akan diadakan setelah masa sanggah selesai. Rencananya, tahapan itu akan dilakukan pada 7 Januari 2019. "Setelah itu ditandatangani, selanjutnya kami akan lanjut kontrak antara KPU dengan penyedia atau produsen. Nah sudah, habis itu baru akan dimulai proses produksi," kata Pramono.

KPU meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut menunjukkan lokasi terkait tujuh kontainer yang berisikan surat suara telah dicoblos. Dengan demikian, masalah ini dapat ditindak lebih lanjut.

Akankah hoaks seperti ini dapat dihindari oleh KPU dan pihak pemerintah? Ada begitu banyak permasalahan yang menghampiri selama pemilu di 2019 ini, dan banyaknya isu yang terjadi tersebut tak lain tak bukan karena akan makin tingginya atmosfer sebelum pemilu. Indonesia memiliki catatan demokrasi yang bagus, semoga terus dijaga kedepannya.

Anak Indonesia di Jaman Sosmed

Anak Indonesia saat ini memang menjadi sorotan beragam negara karena saat ini masa kanak-kanak cenderung hilang dan tergerus oleh arus global yang semakin tinggi. Anak-anak memang seharusnya memiliki dunianya sendiri, penuh dengan keceriaan dan pembentukan jiwa yang kuat dan berani. Namun saat ini semenjak ada dunia digital segalanya menjadi menurun, terutama yang terjadi di Indonesia.

Anak Indonesia
Anak Indonesia
Menurut indeks akhir masa kecil dari End of Childhood Report 2018 Indonesia memiliki skor terburuk keempat di Asia Tenggara. Sementara peringkat pertama dihuni oleh Singapura. Negeri Singa ini bahkan menduduki posisi paling baik di dunia dengan skor mencapai 987 dari 1.000. Angka ini menunjukkan bahwa sangat sedikit anak yang kehilangan masa kecilnya.

Indeks tersebut diukur berdasarkan delapan indikator. Diantaranya adalah tingkat kematian anak dibawah lima tahun, tingkat stunting, tingkat putus sekolah, dan tenaga kerja di bawah umur. Selain itu, diukur berdasarkan tingkat pernikahan dan kelahiran serta kasus kekerasan pada anak.

Akahkah anak Indonesia kembali mendapatkan dunianya? Rasanya akan sangat sulit kecuali lingkungan memang menjadi lahan yang tepat untuk anak sekarang. Kemajuan teknologi tak bisa dilawan, namun semua itu justru malah menggerus masa kanak-kanak yang dulu sangat membahagiakan.

Ophir Energy Miliki Masa Depan

Ophir Energy selama beberapa hari terakhir terus menjadi perbincangan karena potensi akuisisi yang mungkin dilakukan oleh Medco Energy. Dapat diakui bahwa saat ini Ophir Energy emmang cukup berkembang pesat di Indonesia, dan ini terus dipertimbangkan oleh pihak Medco untuk memperkuat bisnisnya tersebut yang saat ini sudah lebih besar dari sebelumnya.

Ophir Energy
Ophir Energy
Direktur Medco Energi Internasional Anthony R Mathias mengatakan, MEG masih dalam pembahasan terkait adanya tawaran dari Ophir untuk membeli secara tunai seluruh saham yang telah dan akan diterbitkan perusahaan tersebut. "Pada tanggal keterbukaan informasi ini, belum terdapat nilai yang diajukan, jumlah dana yang disediakan, jumlah efek yang akan dibeli, dan belum diketahui hubungan pihak-pihak yang akan bertransaksi," kata Anthony dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (2/1).

MEG diberi waktu hingga 28 Januari 2019 pukul 17.00 waktu London untuk mengumumkan keputusannya, dengan tegas untuk melakukan penawaran atau tidak melakukan penawaran atas saham Ophir. Berdasarkan informasi di situs Ophir, kapitalisasi pasar perusahaan tersebut mencapai 252,46 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,63 triliun per 31 Desember 2018.

Jika proses akuisisi ini berjalan dengan lancar, maka kedepan akan makin banyak ruang perbaikan yang bisa dikerjakan. Migas memang masih belum stabil, namun potensinya akan terus tinggi karena industri ini telah menjadi tulang punggung Indonesia dalam meraup keuntungan dan sumber pemasukan utama negara selain dari sektor pajak.

Longsor Cisolok dan Penangannya

Longsor Cisolok yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan sejumlah korban yang memang cukup banyak. Hal ini membuat kita semua harus berhati-hati, terutama ketika tinggal di daerah pegunungan yang memiliki potensi bahaya longsor tersebut.

Longsor Cisolok
Longsor Cisolok
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 15 jenazah korban bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pencarian korban ditutup sementara karena hujan deras  dikhawatirkan rentan menyebabkan longsor susulan.

"Dari hasil kerja tim di hari kedua ini, jumlah korban yang ditemukan sebanyak 15 orang dengan rincian dua korban di hari pertama dan 13 korban di hari kedua," kata Danrem 061/Suryakencana Kolonel (Inf) M Hasan seperti dikutip Antara, di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Rabu (2/1).

Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (3/1). Jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 20 orang. Tim SAR gabungan berharap hari ini korban hilang bisa ditemukan.

Bencana di awal tahun seperti ini membuat mata bathin kita terbuka untuk terus sadar terhadap lingkungan, akan ada lebih banyak hal yang bisa diperbaiki kedepannya, terutama terkait misi penyelamatan lingkungan dengan berbagai macam keinginan untuk memperbaiki semua hal yang selama ini masih dirasa kurang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau Makin Banyak

Erupsi Anak Gunung Krakatau yang akhir-akhir ini terus terjadi membuat semua pihak khawatir terutama yang berada di daerah sekitar krakatau. Hal ini karena status dari gunung ini yang semakin aktif dari hari ke hari dan menunjukkan peningkatan. Ada beragam bencana yang mengintai daerah pesisir selat sunda. Yang semuanya dikhawatirkan karena Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan alat sensor tersebut dipasang di Pulau Sebesi di Selat Sunda dan bisa live ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG. Pascatsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018, BMKG merintis sistem peringatan dini akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamakan Indonesia Seismic Information System (InaSEIS). Sistem ini beroperasi di Selat Sunda berbasis pemantauan intensitas gempa skala lokal.

"Hingga saat ini di dunia belum ada sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Namun, BMKG merancang permodelan mandiri," kata Daryono sebagaimana dikutip Antara, Rabu (2/1). BMKG berharap sistem yang dirintis ini dapat bermanfaat dan memberikan peringatan dini jika terjadi tsunami di Selat Sunda. Menurut Daryono, hingga saat ini gempa bumi maupun tsunami belum bisa diprediksi. Jadi, jika banyak beredar terkait prediksi gempa dan tsunami, sebaiknya masyarakat mengabaikan saja berita tersebut.

Akankah ada langkah antisipasi yang lebih baik dalam penanganan bencana kedepannya? Indonesia mungkin negara dengan kemungkinan bencana paling banyak, namun belum tentu semuanya itu tak bisa dicegah dan diatasi. Ada berbagai macam hal yang seharusnya bisa dipersiapkan lebih matang oleh pemerintahan di Indonesia terkait potensi bencana ini.